| Home | Facebook | Freeware |

Friday, December 2, 2011

Asiasoft Resmi Luncurkan Game Aika Online

by Yoga Hastyadi Widiartanto @ Okezone

JAKARTA - Lebih dari 8 tahun lalu, game online jenis massive multiplayer RPG mewabah di Indonesia. Hari ini, game online sejenis kembali diluncurkan.

Bertempat di Level One Cyber Cafe, Uniiversitas Binus, Jumat (2/12/2011), Aika, sebuah game jenis MMORPG diperkenalkan dengan menawarkan keasikan perang 1000 versus 1000.

Aika Online

Asiasoft

Game Aika Online


"Dalam game ini kami memiliki beberapa pilihan tokoh, yaitu warrior, crusader, sniper, dual gunner, priest, night magician," jelas Suyudi, Managing Director Asiasoft.

Fitur PvP dan Warfare sampai 1000 vs 1000 tersebut memungkinkan karena tokoh-karena tersebut dapat membentuk aliansi, dengan jumlah anggota satu kelompoknya didaulat bisa mencapai 500 orang. Setiap kelompok yang dibentuk bisa berperang dengan kelompok lainnya, kapan pun dikehendaki.

Perang dalam game ini dibuat dengan tujuan memperebutkan kekuasaan sebuah negara, dan berusaha untuk mempertahankannya.

"Aika community di Indonesia telah lama menunggu peluncuran versi online game ini. Salah satu kelebihan Aika adalah fitur peperangan tersebut," terang Jerry Chung, Creator Aika.

Asiasoft Percaya Aika Cocok untuk Indonesia
Ketika ditemui di Level One Cyber Cafe, Jumat (2/12/2011), Suyudi Koeswanto, Managing Director PT Asiasoft mengatakan, "Kalau mencari game untuk Indonesia agak unik. Karena spek komputernya lebih rendah. Di luar, ada banyak game bagus, tapi sulit mencari yang speknya rendah."

"Saya sangat percaya diri dengan Aika, karena menurut spek-nya cocok dengan pasar Indonesia. Internet cafe di Indonesia, menurut riset kita, biasanya sudah core 2 duo, ini support untuk Aika," tambahnya.

Sementara itu, Jerry Chung, Creator Aika mengatakan, "Aika online telah meluncur di negara-negara lain dan tidak mengalami kendala, saya yakin di Indonesia juga seperti itu karena infrastrukturnya akan memadai."

Internet cafe atau warnet di Indonesia memang belum bisa dibandingkna dengan negara lain. Spesifikasi komputernya masih banyak yang belum cukup untuk menayangkan game berbasis 3D. Namun perkembangan pesat dunia IT akhir-akhir ini, mungkin saja bisa merangsang upgrading infrastruktur ke arah yang dibutuhkan oleh game berbasis 3D. (tyo)

0 comments: